Judul
resensi : Kisah Cinta
Sederhana dari Heri Putra
Judul
buku : Hurt - “Cinta itu
datang untuk pergi”
Pengarang : Heri Putra (Creator
@Tweetnesian)
Penerbit : Wahyumedia
Jumlah
halaman : 174 hlmn
Heri Putra adalah seorang lulusan
dari SMK Negeri 4 yang lahir di Samarinda, 10 September 1993. Heri memiliki
hobi yaitu membaca, menulis, menonton film, dan mendengarkan musik. Heri juga
memiliki hobi untuk berpetualang dalam imajinasinya lalu, ia menuangkan apa
yang ada diimajinasinya dalam bentuk tulisan hingga akhirnya ia dapat merilis
novel pertamanya, Hurt – “Cinta itu datang untuk pergi”.
Novel ini meceritakan seorang gadis remaja nan manja yang bernama Nabila. Nabila memiliki dua sahabat, yaitu Nico dan Laura. Yang pada pertengahan cerita terungkap bahwa Nico memiliki perasaan lebih kepada Nabila. Namun sayangnya, Nabila telah berpacaran dengan Malik saat Nico berniat untuk mengungkapkan perasaannya. Lalu, rahasia Malik terbongkar, yaitu ia terkena HIV dan menyebabkan hubungannya dengan Nabila menjauh. Disatu sisi, Nico akan segera pindah ke Amerika. Pada akhir cerita, Nabila ditinggalkan oleh Malik untuk selamanya dan Nico yang pergi tanpa diketahui kapan kepulangannya kembali.
Penulis
kurang konsisten dalam menggunakan sudut pandang, di dalam cerita pengarang
menggunakan sudut pandang orang ketiga namun, beberapa kali terselip deskripsi
menggunakan “aku” dan “kami”. Selain itu, novel ini banyak memiliki kesalahan
dalam penulisannya. Jika, dibaca dari sinopsisnya, buku ini nampak seperti
sebuah sastra romantis tetapi, pada kenyataannya isi dari novel tersebut lebih
mengarah kepada kehidupan percintaan remaja yang bersifat klise. Namun, penulis
cukup berani untuk mengangkat penyakit yang berbahaya yaitu HIV walaupun
penyakit tersebut tidak dijelaskan secara medis dan detail. Novel ini
menggunakan bahasa yang simple sehingga mudah dimengerti dan ceritanya pun
dapat menggugah perasaan pembaca sehingga dapat ikut merasakan suasana pada
kejadian yang ada pada novel. Novel ini pun memiliki jumlah halaman yang tidak
terlalu banyak sehingga dapat dibawa ke mana saja.
Dari novel “Hurt” ini kita dapat mengambil hikmah bahwa tidak ada satupun yang di dunia ini abadi.Selain itu, novel ini lebih cocok dibaca untuk kalangan remaja saja karena di novel ini menyajikan kisah percintaan yang klise dikalangan remaja.
Cukup sekian resensinya semoga membantu;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar